LAMPUNG TIMUR — Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas terus dipercepat melalui operasi gabungan darat dan udara. Sabtu (24/10/2026), Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung lokasi dari udara. Asap tebal masih terlihat jelas dari sisa titik api di wilayah utara kawasan konservasi tersebut.
“Kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi adalah kunci utama penanganan bencana ini. Semua pihak harus bergerak terpadu,” ujar Kristomei.
Data Terkini Luas Lahan Terbakar
– Sisa area belum padam: ±40 hektare
– Area berhasil dipadamkan: 10,2 hektare (per Jumat, 23/10/2026)
Strategi Pemadaman Gabungan
350 Personel Diterjunkan ke Lokasi
Sebanyak 350 personel gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satgas TNWK, BNPB, dan BMKG bekerja memadamkan api secara manual, memantau titik panas, serta membuka jalur akses ke area sulit dijangkau.
Helikopter Water Bombing & Modifikasi Cuaca
– Water Bombing: Helikopter mengguyur titik api dari udara di area yang sulit dijangkau darat.
– Operasi Modifikasi Cuaca: Pesawat Cessna Caravan menyemaikan 2.000 kg garam di dua wilayah, berhasil memicu hujan ringan di TNWK dan Lampung Barat.
Tantangan di Lapangan
– Vegetasi hutan rapat menghambat pergerakan personel
– Sumber air terdekat berjarak 1,5 km dari lokasi api
– Keterbatasan peralatan dan logistik di titik terpencil
Imbauan Kepada Masyarakat
– Dilarang membakar lahan maupun sampah sembarangan
– Segera laporkan jika melihat titik api baru
– Hindari area kebakaran demi keselamatan
Diharapkan kebakaran dapat segera dikendalikan sepenuhnya demi melindungi ekosistem, satwa liar, dan kesehatan masyarakat dari ancaman kabut asap.(red)
